Robotika

Blog komunitas Robot Universitas Gunadarma

Archive for the 'Lomba Desember 2009' Category

01 4th, 2010
1 Widya Agsari 11408056 SM T El 3 Pengendalian Lengan Robotik Berbasis Mikrokontroler AT89C51 Menggunakan Tranduser Elektronik
2 Thomas Kurniawan 53409722 1IA05 Rumah Masa Depan – Penggabungan Pengenal Suara dan Robot
3 M. Rasyid Kurniawan I 50408544 2 IA 01 Programming Robot Susah? Microsofts Robotic Studio Aja


Robot di Masa Depan

Author: Riyanto Wibowo
12 20th, 2009

Pasti kamu pernah bertanya-tanya seperti apakah robot di masa depan. Dan kita juga sering menghayal, misalnya seandainya saja ada robot yang bisa mengemudikan kendaraan ketika kita ingin berpergian atau seandainya saja ada robot yang bisa menggantikan posisi kita saat mengerjakan kegiatan sehari-hari.

Ternyata sekarang hayalan itu telah menjadi kenyataan. Jika kita menginginkan robot pengemudi mobil, saat ini para peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT) sedang menciptakan sebuah in-car personal robot yang diberi nama Affective Intelligent Driving Agent (AIDA). Robot ini didesain untuk menawarkan semacam fungsi sebagai co-driver yang bersahabat. Beragam teknologi dalam jumlah besar akan digunakan untuk mengendalikan kendaraan hingga pada akhirnya mengarah pada teknologi kendaraan yang dapat mengemudi sendiri.

Robot di Masa Depan
Affective Intelligent Driving Agent (AIDA)

Pernahkan kamu menonton film Surrogates? Film ini menceritakan masa depan dimana semua kegiatan manusia digantikan oleh robot kloningan manusia tersebut. Dan ternyata, sebuah perusahaan di Tokyo yang bernama Kokoro telah mampu membuat robot kloningan yang sangat mirip dengan manusia. Robot kloningan tersebut akan dibuat semirip mungkin dengan si pemesan, baik dari segi wajah, rambut, mata, dan tubuh. Yang mungkin akan membuat si pemesan semakin tercengang adalah karena si robot kembarannya tersebut juga bakal memiliki suara, ekspresi wajah, dan gerak gerik tubuh bagian atas yang mirip dengan dirinya. Mungkin robot kloningan ini merupakan asal mula dari robot kloningan yang ada di film Surrogates.

Robot di Masa Depan
Robot Kloningan

Revolusi perkembangan teknologi robot memang sungguh cepat saat ini, bahkan banyak proyek pengembangan teknologi sudah dipersiapkan untuk banyak kebutuhan manusia di masa depan. Bisa jadi banyak aspek dan keseharian kita di masa depan tidak terlepas dari teknologi robot dan sistem otomatisasi kerja yang sangat canggih disegala bidang.

Robot tak cuma pintar menjalankan perintah saja, seperti yang sekarang banyak dipekerjakan di industri mobil dan elektronik. Robot di masa depan diramalkan lebih mandiri, mampu membuat analisa dan menambil keputusan. Di bawah ini merupakan robot-robot yang diramalkan akan menemani kita di masa depan.

Robot di Masa Depan
Robot mainan anjing ini dibuat memiliki perilaku sama dengan aslinya

Bahkan dalam aspek rumah tanggapun sangat dimungkinkan sistem otomatisasi robot akan banyak membantu pekerjaan dan kegiatan manusia seperti baby sitter.

Robot di Masa Depan
Anakpun bisa diasuh oleh baby sitter robot

Robot di Masa Depan
Pelayan dan koki yang masak pun bisa digantikan robot

Robot di Masa Depan
wah Kenny G atau Dave Coz bisa pensiun gini caranya

Namun relakah pekerjaan atau profesi kita suatu hari nanti akan digantikan oleh robot-robot ini? Mungkin bagi seorang bos akan memilih robot-robot ini dibandingkan dengan kita, karena robot-robot ini lebih mudah diperintah dan tidak pernah membangkang. Mau tidak mau, kita harus siap berkompetisi dengan robot-robot ini dalam bekerja dan menjalani profesi kita. Namun bagaimanapun juga manusia memiliki banyak keunggulan yang masih susah untuk digantikan oleh robot sepintar apapun, yaitu perasaan, nalar dan emosi termasuk didalamnya cinta kasih.

Sumber : Detikinet.com, Rileks.com, Ruanghati.com

karya :

Riyanto Wibowo



Robot Bawah Air Lebih Efisien

Author: Feby Nur Fattah
12 20th, 2009

Banyak robot yang telah diciptakan oleh ilmuwan seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat. Mulai dari yang sederhana sampai yang paling rumit. Mulai dari yang multifungsi sampai yang hanya bisa menjalankan satu eksekusi. Wilayah kerjanya pun mencakup darat, laut dan udara. Namun, perkembangan teknologi dalam air kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Masih banyak kegiatan bawah air yang dilakukan sendiri oleh manusia tanpa bantuan robot, seperti pengamatan bawah laut. Pengamatan bawah laut yang dilakukan manusia memiliki beberapa resiko yaitu adanya area-area yang sulit dijangkau manusia serta resiko bahaya yang tinggi akibat serangan hewan buas. Oleh karena itu, robot yang mampu bergerak bebas di dalam air sangat dibutuhkan untuk membantu tugas manusia.

Secara umum, berdasarkan sistem pengendaliannya robot bawah air dibagi menjadi menjadi dua jenis yaitu Autonomous Underwater Vehicles (AUV) dan Remoted Operated Vehicles (ROV). AUV adalah kendaraan bawah air yang mampu bergerak di dalam air secara otomatis tanpa adanya kontrol langsung dari manusia. Sedangkan ROV adalah kendaraan bawah air yang gerakannya dikendalikan secara langsung oleh manusia melalui remote kontrol dari atas permukaan air. Robot penyelam termasuk dalam jenis robot atau kendaraan bawah air yang tergolong ROV.

Robot penyelam adalah robot yang mampu bergerak di dalam air. Gerakan yang dapat dilakukan adalah naik dan turun/menyelam. Gerakan ke atas timbul akibat adanya gaya dorong dari putaran propeller, sedangkan untuk gerak menyelam disebabkan oleh berat beban dari robot (saat kondisi motor off). Robot ini dikontrol dengan menggunakan remote kontrol 4 kanal yang menggunakan RF. Robot dijalankan untuk 5 keadaan yaitu start, naik, turun, kembali ke posisi semula, dan menghentikan robot. Perencanaan sistem meliputi perencanaan driver, mekanik, dan software. Sebagai penggerak propeller-nya, robot ini menggunakan motor DC 9 volt. Robot ini menggunakan mikrokontroler AT89C2051. Perencanaan mekanik dari robot meliputi perangkaian gear box, shielding poros propeller, dan perancangan beban. Shielding poros propeller menggunakan karet oring. Beban yang digunakan dipasang di sekeliling robot agar lebih seimbang. Robot ini diuji di dalam akuarium dengan kedalaman sekitar 70 cm. Saat pengujian diperoleh kecepatan gerak naik rata – rata 16,29 cm/detik dengan massa total robot sebesar 1510 gram, dan volume robot 1225 cm³. Karena dasar badan robot berbentuk datar, maka jarak minimal propeller 1,8 cm.

Salah satu contoh pemanfaatan robot bawah air, khususnya robot ROV, adalah seperti yang digunakan oleh PT. Ratu Prabu Energy Tbk (ARTI). ROV tipe Vector M5 merupakan robot portable yang beroperasi di bawah air untuk melaksanakan pekerjaan eksploitasi, inspeksi, perbaikan serta perawatan. Dengan daya selam 1.000 meter alat ini dikhususkan bagi proyek minyak dan gas bumi lepas pantai.

Tampak Depan ROV

Menurut Daniel Yudi, Marine Departement Manager ARTI, dibanding penyelam manusia, robot ini dapat mempersingkat waktu kerja dan mengurangi risiko kecelakaan khususnya dalam menghadapi kondisi laut yang tidak menentu. “Dengan menggunakan robot ini, biaya operasional bisa dipangkas hingga 50%,” ujarnya.

ROV dan Bagian-bagiannya

Sumber: www.eepis-its.edu/uploadta/downloadmk.php?id=864

http://dewey.petra.ac.id/jiunkpe_dg_1957_6.html

http://saham-valas.infogue.com/ratu_prabu_launching_robot_rov_vector_m5

Karya :

Feby Nur Fattah



12 19th, 2009

Pengenal Suara (Voice Recognition) adalah sebuah aplikasi atau program yang dapat mengkonversikan suara(melalui sensor suara) menjadi sebuah text. Sedangkan robot, adalah suatu perangkat mekanik untuk melaksanakan suatu pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh manusia. Misalnya melakukan pengecatan mobil. Robot ini dilengkapi oleh perangkat mesin atau komputer baik sederhana maupun komplek yang mampu mengontrol gerakannya, dijalankan menggunakan command text. Dari sini dapat disimpulkan bahwa dari suara dapat dikonversi menjadi text command yang kemudian digunakan untuk menjalankan sebuah robot.

contoh robot

Sebelumnya pengaplikasian voice recognition sudah digunakan di dalam dunia otomotif. Sebagai contoh, di dalam film 2012 yang baru-baru ini keluar di bioskop Indonesia, ada sebuah mobil (Bentley, lupa tipenya) yang dapat menyala (melakukan electronic starter) hanya dengan mengatakan “Engine Start!”). Betapa mudahnya bukan? Tanpa perlu memutar kunci, cukup dengan memerintah mobil untuk menyalakan mesin.

Dari teori dan contoh tersebut di atas, muncul ide di dalam benak penulis untuk membuat sebuah rumah, yang dikombinasikan dengan voice recognition dan pengaplikasian gerakan dari robot sederhana (hidrolik). Secara logika dapat dibayangkan apabila kita tidak perlu repot membuka pintu rumah saat sedang membawa banyak barang belanjaan, cukup dengan mengatakan “Buka Pintu!”, maka pintu akam terbuka untuk anda secara otomatis. Contoh lain, kita dapat menyalakan lampu cukup dengan mengatakan “Nyalakan Lampu!”, maka lampu akan menyala secara otomatis. Bayangkan bagaimana mudahnya tinggal di dalam rumah yang semuanya dapat dilakukan hanya dengan perinatah suara.

Secara sistem, diperlukan beberapa alat, antara lalin:

1. Voice Input/Voice Receiver

Alat ini digunakan untuk menangkap suara. Dari sini kemudian suara diproses menggunakan sebuah converter suara menjadi text

voice_receicer

2. Voice to Text Converter
Voice to text Converter adalah alat yang digunakan untuk mengubah bentuk data yang diterima oleh voice receiver diubah bentuknya menjadi data text. Data hasil konversi tadi kemudian akan diteruskan menjadi sebuah command untuk menggerakan robot yang berupa lengan hidrolik. Alat ini biasanya berbentuk chip kecil(
microproccessor).

chips(mikroprossessor

3. Lengan Hidrolik (Hidrolic arm)
Hidrolik ini yang nantinya akan menggerakkan pintu untuk membuka dan menutup secara otomatis.

lengan hidrolik

Cara kerjanya adalah sebagai berikut:

flowchart01

Sistematika di atas sangat sederhana, karena hanya menggunakan lengan hidrolik. Namun bisa diterapkan untuk membuka jendela, lemari, laci, dan lain-lain. Penerapan yang sama untuk menyalakan lampu, hanya saja alat yang digunakan sedikit berbeda, yakni dapat digunakan switch atau alat lain yang dapat menyambung-putuskan aliran listrik. Dapat juga dikembangkan lagi menjadi lebih canggih, misalnya menyalakan kompor untuk memasak air secara otomatis dan mematikannya pun secara otomatis (dengan kombinasi dengan sensor panas). Masih banyak kegiatan lain yang dapat dilakukan dengan menerapkan sistem ini.

Betapa nyamannya tinggal di dalam rumah yang serba otomatis. Membuka pintu tanpa beranjak dari kursi anda, memasak air tanpa meninggalkan pekerjaan anda, dan masih banyak lagi. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terima kasih.

Sumber:

http://instruct1.cit.cornell.edu/Courses/ee476/FinalProjects dengan tambahan dari penulis

Karya :

Thomas Kurniawan



12 19th, 2009

Modul yang digunakan

-Delta Robo CPU

-Delta DC Driver

-Hexapod Mechanic

-Battery Pack

-ISP Cable

Delta IR Line Sensing

Teori Dasar

Phototransistor TOPS030ATB adalah sebuah sensor inframerah yang dilengkapi dengan lapisan pelindung yang juga mereduksi pengaruh cahaya-cahaya liar selain batasan panjang gelombangnya yaitu 750–1050 nm. Pancaran cahaya dari LED Infrared yang dipantulkan ke garis akan diserap dan tidak dipantulkan ke detektor namun apabila cahaya menimpa bidang berwarna terang akan dipantulkan kembali ke detektor(phototransistor). Pada saat pancaran cahaya yang dipantulkan diterima oleh phototransistor maka sensor ini akan berada pada kondisi saturasi sehingga basis dari transistor yang terhubung pada bagian kolektornya akan terhubung ke ground. Transistor akhir tersebut akan cut off, arus bias akan mengalir dari resistor ke bagian keluaran sensor sehingga berlogika 1. Sebaliknya bila pancaran cahaya tidak diterima, maka phototransistor akan berada pada kondisi cut off. Arus bias akan masuk melalui resistor ke basis transistor akhir sehingga transistor ini berada pada kondisi saturasi dan keluaran sensor berlogika 0.

Cara Kerja

Dalam robot ini, bagian otak adalah Delta Robo CPU yang merupakan sistem mikrokontroler khusus untuk keperluan robotik. Sistem mikrokontroler ini sudah dilengkapi dengan konektor-konektor untuk sensor maupun pengendali motor. Sistem mikrokontroler sebagai otak karena sistem ini bersifat fleksibel dan dapat diprogram sesuai kebutuhan.

Program 1

#include<at89x51.h>

void main()

{

while(1)

{

P1_1=0; //Motor Kanan aktif

P1_3=0; //Motor Kiri aktif

P1_0=P1_4;

P1_2=P1_5;

}

}

Pada sistem mikrokontroler pengguna dapat dengan mudah menambahkan fungsi-fungsi lain pada robot atau mengatur waktu tunda antara sensor dengan aktifitas motor.

Pada kondisi tidak mendeteksi garis, P1.0 dan P1.3 akan berlogika 1 sehingga kedua motor bergerak maju. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa kondisi keluaran Delta IR Line Sensing akan berubah menjadi logika 1 saat sensor mendeteksi obyek terang (di luar garis) dan berubah menjadi logika 0 saat sensor mendeteksi obyek gelap ( garis). Logika 0 pada sensor kiri akan mengubah kondisi logika P1.4 menjadi 0.

Sesuai pada bagian program bahwa P1.0 = P1.4 maka kondisi logika port inipun juga berubah menjadi 0. Motor kiri yang terhubung dengan port tersebut akan mengubah arah menjadi mundur dan motor kanan tetap maju dan robot akan bergerak ke kiri.

Delta IR Line Sensing memiliki 9 lubang spacer yang berfungsi untuk mengatur jarak sensor. Untuk gerakan dengan kecepatan yang lebih tinggi, sensor dapat dipasang lebih maju agar robot dapat mendeteksi lebih dini adanya perubahan terang gelap pada sensor dan mikrokontroler pada Delta Robo CPU segera mengambil aksi. Untuk aplikasi yang membutuhkan kecepatan tinggi ini mikrokontroler tidak harus langsung menggerakkan motor namun dibutuhkan waktu tunda yang harus disesuaikan dengan kecepatan motor terlebih dahulu sebelum melakukan belokan.

Karya :

Dwi Putra Budi Wijaya



Mobile Web-based Telerobotics

Author: Yosfik Alqadri
12 19th, 2009

kendalikan robot kapan pun, di mana pun…

Web-based telerobotics, atau sistem pengendalian robot jarak jauh melalui jaringan web, bukanlah merupakan hal yang baru dalam teknologi robotika. Berbagai penelitian mengenai web-based telerobotics sudah dirintis sejak awal dekade 90-an, dan mendapatkan hasil positif pertamanya di tahun 1994 ketika untuk pertama kalinya sebuah telerobot (istilah untuk robot yang dapat dikendalikan dari jarak jauh) berhasil terhubung ke jaringan web.

Web-based telerobotics memberikan kemudahan dan kesempatan bagi semua orang untuk dapat mengendalikan robot kapan pun, di mana pun, selama mereka terhubung ke dalam jaringan web.

Hingga saat ini terdapat 3 generasi arsitektur komunikasi telerobotika. Arsitektur generasi pertama memanfaatkan komunikasi data menggunakan Common Gateway Interface (CGI), yang menghubungkan komputer pengendali secara langsung ke telerobot. Arsitektur pertama masih memiliki banyak kelemahan karena keterbatasan dalam pemrograman CGI.

Kemudian, pada generasi kedua digunakan sistem client-server. Sistem ini memungkinkan beberapa orang (dalam konteks ini disebut client)mengendalikan sebuah telerobot. Server akan membuat daftar tunggu (queue list) apabila pada saat yang bersamaan terdapat 2 atau lebih client yang mengirimkan request kepada server. Pada generasi kedua, client mengendalikan telerobot melalui aplikasi web interaktif yang dikirimkan oleh server. Aplikasi interaktif untuk mengendalikan telerobot biasanya menggunakan JAVA applet, karena sifatnya yang multi-platform dan hardware independent.

Arsitektur ketiga, yang disebut Common Object Request Broker Architecture (CORBA), merupakan penyempurnaan dari arsitektur kedua. Generasi ketiga memisahkan server monitor telerobot dari server pengendalinya. Tujuannya adalah agar hasil video monitor telerobot menjadi lebih akurat dan bekerja secara real-time.

Hingga saat ini pengendalian telerobot baru dapat dilakukan melalui personal computer (PC), baik desktop ataupun notebook yang terhubung ke jaringan web. Namun, ada satu hal yang menarik perhatian saya, yaitu digunakannya aplikasi web interaktif yang menggunakan JAVA applet. Saat ini penggunaan program-program yang dibuat dalam bahasa JAVA sudah semakin meluas, karena sifatnya yang multi platform dan hardware independent. Penggunaan program-program JAVA yang paling ekstensif terdapat dalam teknologi mobile, khususnya telepon selular (ponsel). Saat ini, ponsel keluaran terbaru rata-rata telah menyertakan Operating System (OS) yang men-support program-program JAVA. Fitur-fitur yang terdapat di dalamnya semakin canggih, tak terkecuali fitur web browser. Saat ini kita sudah tidak begitu memerlukan kompresi data pada saat melakukan web browsing melalui ponsel. Hal ini dikarenakan kecepatan komunikasi data yang semakin meningkat. Saat ini kita sudah akan memasuki teknologi komunikasi data selular generasi keempat (4G).

Sehubungan dengan itu, menurut saya suatu saat nanti web-based telerobotics akan dengan mudah diakses melalui ponsel. Bayangkan apabila hal ini benar-benar terealisasi. Setiap orang di seluruh dunia akan dapat mengendalikan telerobot melalui ponsel mereka. Kapan pun dan di mana pun anda berada, telerobot dapat membantu anda, cukup dengan sentuhan pada keypad ponsel anda. Anda pun dapat mengamati hasil pekerjaan telerobot secara real-time dari layar ponsel anda.

Referensi:

Lasso, Andras, dan Urbancsek, Tamas, “Communication Architectures for Web-based Telerobotic System”, IEEE Mediterranean Conference on Control and Automation, 2001

Riyanto, Bambang, “Development of Architectures for Internet Telerobotics System”, The International Conference on Intelligent Unnamed System, 2007

Karya :

Yosfik Alqadri



Masa Depan Manusia Ada Di Tangan Robot?

Author: Nyoman Parwa Dinawan
12 19th, 2009

<!– @page { margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Mungkin kita sudah tidak asing lagi mendengar kata robot. Robot adalah salah satu gambaran dari perkembangan teknologi yang canggih, manusia menciptakan robot tidak lain adalah untuk membantu mereka melakukan tugas sehari-hari. Dengan kepintaran dan keterampilan manusia robot tercipta, tapi apakah mungkin masa depan manusia nantinya ada di tangan robot? Itu mungkin saja terjadi, karena kita melihat dengan semakin majunya teknologi robotika, manusia akan terus mengembangkan robot yang hampir menyerupai manusia. Tidak hanya mirip tetapi tingkah-laku dari robot bisa menyerupai manusia pada umumnya.

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Dengan teknologi yang begitu maju hal yang tidak mungkin akan menjadi mungkin. Anda mungkin pernah menonton film Terminator, film itu memperlihatkan bagaimana robot itu bertindak seperti manusia pada umumnya, dan robot itu juga mempunyai kulit yang sama seperti manusia yang terdiri dari jaringan hidup yang menempel diatas permukaan besi (robot itu sendiri). Dengan program yang dimasukan ke dalamnya, robot itu mempunyai satu tujuan yaitu untuk melindungi seorang anak yang nantinya dapat membawa kedamain bumi di masa depan.

Kita dapat melihat dari cerita film itu, robot pun bisa bertindak bijak untuk menyelamatkan seorang anak demi bumi. Robot ibarat air yang mengalir yang selalu mengikuti program yang di masukan di dalam sistemnya , jika program yang di masukan untuk tujuan yang benar maka robot itu sangat berguna bagi manusia dan jika program itu untuk tujuan yang salah maka robot akan menjadi musuh bagi kita, sehingga masa depan manusia pun akan terancam.

Ketika robot tercipta manusia hendaknya tidak terlalu tegantung pada robot, karena bila setiap pekerjaan manusia dilakukan oleh robot mungkin saja robot itu akan lebih pintar daripada manusia. Dengan kemajuan teknologi yang canggih di dalam robot di tanam suatu sensor perekam, dimana setiap pekerjaan yang di lakukannya akan terekam sehingga robot itu lama-kelamaan akan bisa belajar seperti manusia. Dengan belajar dari setiap tindakan manusia, robot akan bisa menciptakan robot yang baru, sehingga populasi manusia akan lebih sedikit dibandingkan dengan pupulasi robot.

Jadi apa yang harus manusia lakukan agar hal itu tidak terjadi? Manusia hendaknya belajar mengerti, memahami, dan menggunakan teknologi robotika dengan baik agar nantinya kehidupan manusia di masa depan tidak terancam oleh robot. Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, robot ibarat air yang mengalir yang selalu bertindak sesuai dengan program yang dimasukan di dalam sistemnya.

karya :

Nyoman Parwa Dinawan



12 19th, 2009

Ketika pertama kali para pencipta robot mencoba meniru manusia dan hewan, mereka menemukan bahwa hal tersebut sangatlah sulit, karena membutuhkan tenaga penghitungan yang jauh lebih banyak dari yang tersedia pada masa itu. Jadi, penekanan perkembangan diubah ke bidang riset lainnya. Robot sederhana beroda digunakan untuk melakukan eksperimen dalam tingkah laku, navigasi, dan perencanaan jalur. Teknik navigasi tersebut telah berkembang menjadi sistem kontrol robot otonom .

Ketika para teknisi siap untuk mencoba robot berjalan kembali, mereka mulai dengan heksapoda dan platform berkaki banyak lainnya. Robot-robot tersebut meniru serangga dan arthopoda dalam bentuk dan fungsi. Tren menuju jenis badan tersebut menawarkan fleksibilitas yang besar dan terbukti dapat beradaptasi dengan berbagai macam lingkungan, tetapi biaya dari penambahan kerumitan mekanikal telah mencegah pengadopsian oleh para konsumer. Dengan lebih dari empat kaki, robot-robot ini stabil dan statis yang membuat mereka bekerja lebih mudah. Tujuan dari riset robot berkaki dua adalah mencapai gerakan berjalan menggunakan gerakan pasif-dinamik yang meniru gerakan manusia (humanoid) dan membuat robot yang dapat meniru gerakan hewan (animaloid) baik dalam bentuk dan tingkah lakunya.

Dari riset-riset yang telah dilakukan akhirnya kita dapat melihat hasilnya yaitu pembuatan robot yang dapat meniru tingkahlaku manusia dalam beberapa hal yaitu ASIMO yang dikembangkan oleh Honda Motor Co., Ltd. dan yang mirip dengan hewan yaitu AIBO si robot anjing yang dikembangkan oleh perusahaan SONY.

ASIMO HUMANOID ROBOT

asimo_honda

Siapa yang tidak kenal dengan robot buatan Honda Motor Co., Ltd ini,!!!! ya ASIMO namanya.
Asimo (Advanced Step in Innovative Mobility) adalah robot humanoid (menyerupai manusia) buah riset Honda selama 20 tahun. Honda memulai debutnya dalam membuat robot sejak tahun 1986 silam. Semuanya berawal dari pembuatan sepasang kaki yang bisa berjalan. Di awal tahun 2000, perusahaan ini memperkenalkan versi awal dari Asimo.

Asimo didesain dengan tampilan yang lucu, dengan tinggi sekitar 128 cm sehingga jauh dari kesan sangar. Diharapkan dengan tampilan seperti ini, orang akan menganggap Asimo sebagai bagian dari keluarga. Asimo telah dapat melakukan beberapa pekerjaan manusia seperti senam, mambawakan minuman, berlari, dan menuruni anak tangga seperti terlihat pada gambar diatas.

Asimo diharapkan akan dapat diluncurkan dalam kurun waktu 10 tahun mendatang. Diperkirakan harganya akan setara dengan sebuah mobil mewah. Dengan adanya komputer, maka kemampuan robot tersebut akan terus berkembang, mulai dari kecerdasan buatan, pengenalan wajah dan suara.

Lembaga penelitian, ABI research memprediksikan di tahun 2015 nanti personal robot akan nge-hits. Pasarnya pun diramal akan mencapai USD 12 miliar. Pasalnya, orang akan mencari bentuk hiburan baru, misalnya bersahabat dengan robot. Satu lagi ramalan yang mencengangkan yakni, di tahun 2050 nanti manusia bakal menikahi robot.

AIBO ANIMALOID ROBOT

Robot Anjing

Aibo (Artificial Intelligence Robot) robot berbentuk anjing ini berukuran 180 (lebar) x 278 (tinggi) dan 319 (panjang) mm, beratnya 1,65 kg (termasuk baterai dan kartu memorinya). Robot yang tidak kalah terkenalnya dengan ASIMO ini buatan perusahaan SONY. Berbeda dengan ASIMO maupun robot-robot pada umumnya, Aibo mempunyai kemampuan melakukan gerak dan reaksi dari dirinya sendiri. Dengan adanya kemampuan ini, AIBO seolah-olah memiliki insting dan kemauan seperti layaknya seekor anjing. Apabila ‘merasa’ tidak senang, ia bisa ngambek, tidak mau mematuhi perintah si pemilik atau operatornya (orang yang memainkannya), repot juga ya kalo si robot anjing ini jadi ngambek!!!!.

Menurut pengakuan Bapak Fauzi dari SONY Center Jakarta, pemilik harus tetap dapat menjaga ‘perasaan’ AIBO karena anjing buatan ini bisa juga sedih bahkan marah, terlihat dari lampu indikator pengganti mata. Kalau telah melakukan sebuah perintah dengan baik, dia harus dipuji (dengan cara mengelus-elus kepala atau badannya seperti anjing betulan) supaya ia tahu apa yang dilakukannya sudah betul. (Kadang ia akan membalas dengan menggoyangkan buntutnya!).

Pada umumnya AIBO yang dijual di pasaran adalah AIBO yang ‘dewasa’ dan sudah ‘pintar’, sehingga tidak perlu diajari lagi. Kita hanya perlu meng-input suara kita sebagai set-up awal untuk mengenali suara pemiliknya. Lalu, bagaimana kalau pemiliknya satu keluarga? Tenang saja, AIBO ini memiliki kapasitas memori yang cukup sehingga suara sekeluarga, bisa di-input dan dikenali oleh AIBO.

Sumber:
http://www.wikipedia.org

http://www.hondajava.com

htttp://www.id.emb-japan.go.jp

kary :

Helmy



12 16th, 2009

Pada penyelenggaraan Lomba Penulisan Artikel bulan Desember 2009, pendaftaran peserta dan posting artikel diperpanjang hingga tanggal 20 Desember 2009 pukul 15.00. Pengumuman pemenang akan diinformasikan selanjutnya.



Kursi Roda Dengan Laser Vision

Author: Miftah Hazmi
12 11th, 2009

Perkembangan teknologi robotik secara esensi seperti teknologi lainnya adalah sebagai alat untuk membantu segala keperluan manusia tak terkecuali bagi orang cacat sekalipun. Dengan kursi roda yang tidak dikendalikan oleh manusia atau remote namun dengan keadaan lingkungan sekitar kota ini adalah alat yang sangat baik digunakan bagi orang buta. John Spletzer dari Lehigh University Bethlehem, Pennsylvania berpendapat bahwa teknologi dapat diibaratkan seperti tangan, kaki, atau mata sebagai kemampuan untuk beriteraksi dengan lingkungan sekitar. Dari penemuannya ini Spletzer mendapat penghargaan CAREER Award dari National Science Foundation (NSF) karena pengembang Robotic Wheelchair ini. Read the rest of this entry »